• 8-Perintah-Harian.jpg
  • a1.jpg
  • DIRGAHAYU-75-RI.jpg
  • Untitled-1-copy.jpg

Berita



BARABAI || Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah melakukan pemusnahan barang bukti tindak kejahatan yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, periode akhir 2018 hingga awal 2019, di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah Jalan Abdul Muis Ridani, Mandingin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantah Selatan pada Selasa (2/4/2019).
Barang bukti yang dimusnahkan yakni 25 paket sabu-sabu yang dibungkus dalam plastik klip, 90 butir carnophene dengan merek dagang zenith, 11 butir aprazolam, dan 156 butir obat dengan kandungan dextromethorpan, glyceril guaiacolate, dan chlorpeniramine maleate dengan merek dagang seledryl, satu bong alat pengisap sabu-sabu, empat unit pipet, 15 telepon genggam, 13 pucuk senjata tajam, dan 28 botol minuman keras dengan erbagai merek dan kadar alkohol yang berbeda.
Untuk sabu-sabu dimusnahkan dengan dilarutkan ke air yang dicampur dengan detergen. Termasuk minuman beralkohol juga dimusnahkan dengan cara dilarutkan bersama air detergen. Sedangkan barang bukti tindak pidana lain seperti senjata tajam yang terdiri dari 13 unit parang dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin gerinda. Sementara itu, obat-obatan dan telepon genggam dimusnahkan dengan cara dibakar.
Dasar pemusnahan barang terlarang tindak pidana oleh Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah ini berdasarkan Undang-Undang 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, Keputusan Presiden Nomor 85 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia, Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-089/JA/08/1988 tentang Penyelesaian Barang Rampasan, Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-112/JA/10/1989 tentang Mekanisme Penerimaan Penimpanan dan Penataan Barang Bukti, serta putusan Pengadilan Negeri Barabai. Putusan dari Pengadilan Negeri Barabai berdasarkan putusan Nomor 181/Pid.Sus/2018/PN.Brb tanggal 13 Desember 2018 sampai dengan putusan Nomor 14/Pid.Sus/2019/PN.Brb tanggal 20 Februari 2019 agar dirampas untuk dimusnahkan.
Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Tengah, Wagio Santoso, S.H.,M.H. membeberkan tindak pidana yang paling sering terjadi di Hulu Sungai Tengah adalah penyalahgunaan narkotika. Untuk penyalahgunaan narkotika, bebernya merupakan tindak pidana yang paling menonjol terjadi pada akhir 2018 hingga awal 2019. "Yang paling menonjol selanjutnya membawa senjata tajam. Tindak pidana penganiyaan di Hulu Sungai Tengah berawal dari tindak pidana membawa senjata tajam," bebernya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

 

Alamat Kantor

 

Jl. Abdul Muis Redhani No. 60 Kelurahan Mandingin Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan - Indonesia Telp. (0517) 41024 .: Lihat Peta :.

Tautan

 

Kejaksaan Agung RI Mahkamah Agung POLRI KPK