• 8-Perintah-Harian.jpg
  • a1.jpg
  • DIRGAHAYU-75-RI.jpg
  • Untitled-1-copy.jpg

Berita



Barabai || Sidang perdana kasus dugaan asusila terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh terdakwa Ahmad Junaidi Mukti (61) mantan pengasuh Pondok Pesantren Subulussalam di Desa Karatungan Rt. 003/001 Kec. Limpasu Kab. Hulu Sungai Tengah, digelar di Pengadilan Negeri Barabai(12/9)

Sidang dengan acara pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum dilaksanakan secara tertutup di Pengadilan Negeri Barabai. Dalam dakwaannya JPU menyampaiakan bahwa Ahmad Junaidi Mukti didakwakan melanggar Pasal 81 Ayat (3) PERPU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UURI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UURI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 76D UURI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 Tahun 2002 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana SUB Pasal 81 Ayat (2) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI (PERPU) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang jo Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana Lebih SUB Pasal 82 Ayat (1) PERPU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UURI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PERPU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UURI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 76D UURI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 Tahun 2002.

Kasus yang menyita perhatian publik Hulu Sungai Tengah ini terungkap ketika salah satu keluarga korban melaporkan perbuatan pencabulan terdakwa. Hal ini menjadi sorotan karena terdakwa merupakan salah seorang pendiri/pembina Yayasan sekaligus pengasuh pondok Pesantren Subulussalam di Desa Karatungan Kec. Limpasu Kab. Hulu Sungai Tengah yang seyogyanya menjadi panutan bagi masyarakat, terlebih lagi korban merupakan santriwatinya sendiri yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang baik dari pengasuhnya.

Sidang ditunda dan akan dilanjutkan satu minggu kedepan dengan acara mendengarkan keterangan saksi dan korban pada hari Kamis tanggal 19 September 2019 mendatang, karena saksi dan korban tidak hadir dalam persidangan perdana kemarin. (Subseksi C Kejari HST)

 

Alamat Kantor

 

Jl. Abdul Muis Redhani No. 60 Kelurahan Mandingin Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan - Indonesia Telp. (0517) 41024 .: Lihat Peta :.

Tautan

 

Kejaksaan Agung RI Mahkamah Agung POLRI KPK